sejarah sma al kautsar
SMA Al-Kautsar Bandar Lampung yang berada di bawah Yayasan Al-Kautsar Lampung mulai menerima murid untuk pertama kali pada tahun pelajaran 1992/1993. Pada waktu itu masih menggunakan nama SMA Nurul Ulum, dan hanya mendapatkan 14 murid yang akhirnya digabungkan menjadi satu dengan SMAN 2 Tanjung Karang. Atas masukan dari para pengurus Yayasan pada waktu itu akhirnya ketua Yayasan Ibu Hj. Sri Moelyanti Poedjono, SMA Nurul Ulum diubah menjadi SMA Al-Kautsar.
Pada tahun pelajaran 1993/1994 ketika lokasi sekolah sudah berada di kawasan Rajabasa Bandar Lampung (sekarang ini) yang waktu itu gedungnya baru lantai 1 dan masih bergabung antara SMP dan SMA Al-Kautsar, berhasil mendapatkan 5 kelas siswa kelas 1 baru. Pada tanggal 10 Juni 1996 gedung baru SMA Al-Kautsar Bandar Lampung diresmikan oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro sekaligus mencanangkan SMA Al-Kautsar sebagai sekolah unggulan.
Selain beliau, beberapa menteri kabinet pembangunan di era Orde Baru yang pernah berkunjung ke SMA Al-Kautsar adalah Menteri Agama RI Dr. Tarmizi Taher dan Menristek RI Prof. Dr. Ing. Bj. Habibie. Hal ini menunjukkan perhatian dari pemerintah yang begitu besar terhadap keberadaan SMA Al-Kautsar pada waktu itu.
Hingga Tahun Pelajaran 2004/2005 ini SMA Al-Kautsar telah memiliki kurang lebih 1000 murid setiap tahunnya dan sudah meluluskan siswanya sebanyak 9 angkatan dengan jumlah alumni sebanyak 2.454 orang dan kini mereka sudah menyebar ke berbagai profesi mulai dari para akademisi, PNS, Wiraswasta, dll. Seiring dengan kualitas, SMA Al-Kautsar terus tumbuh dan berkembang sampai dengan sekarang dan sudah menjadi salah satu sekolah alternatif yang dijadikan pilihan oleh masyarakat Lampung sebagai sekolah yang berkualitas dan sejajar dengan sekolah-sekolah lain yang lebih dahulu berdiri. Bahkan pada tahun 1997/1998 SMA Al-Kautsar pernah menduduki peringkat ke 3 untuk seluruh SMA di Kota Bandar Lampung dan peringkat ke 6 untuk tingkat provinsi.
SMA Al-Kautsar pernah dikepalai oleh beberapa 4 generasi diantaranya :
1. Drs. H. Zainal Iskandar 1993-1995
2. Drs. H. Abdul Sani Juned 1995-1997
3. Ali Imron, M.Sc. 1997-2002
4. Drs. Sunardi 2002-2007, 2007-2012
Visi :
Islami, Berprestasi, berwibawa.
Misi:
Membentuk Insan yang berkepribadian Islami, dan bertanggung jawab pada kewajiban, konsisten pada peraturan sehingga tercipta insan dan lembaga yang disegani.
1. Struktur Organiasai SMA Al-Kautsar
1. Kepala Sekolah : Drs. Sunardi
2. Waka Kurikulum : Dwi Atmanto, S.Pd
o Staf Kurikulum I : Drs. Sukijo
o Staf Kurikulum II : Ratna Juwita, S.Pd.
3. Waka Kesiswaan : Drs. Joko Santoso
o Staf Kesiswaan I : Supardi, S.Pd .
4. Waka Sarana/prasarana : Warya Satar, S.Pd
5. Pembina OSIS : Armanto, S.Pd
6. Kepala TU : Edi Yulianto
1. Kemajuan Sekolah
Bila dilihat dari perkembangan sekolah selama 12 tahun berdiri, ada satu kemajuan yang sangat berarti meliputi pengelolaan sekolah (manajemen), sarana/ prasarana, daya dukung masyarakat dan SDM.
1. Manajemen Sekolah
Seiring dengan perubahan struktur yayasan yang juga dibarengi dengan adanya struktur pelaksana harian yayasan berimbas pada peningkatan kualitas manajemen sekolah. Hal ini ditandai dengan berjalannya pengelolaan sekolah berdaarkan MBS-MPMBS, sehingga sekolah memiliki kewenangan yang lebih longgar dalam kebijakan dan kewenangan untuk kemajuan dan pengembangan sekolah.
1. Daya dukung masyarakat
Dalam usianya yang ke 12 tahun SMA Al-Kautsar semakin menjadi idola dan pilihan masyarakat Lampung. Indikator ini adalah :
o Lebih dari 60 % siswa Al-Kautar berasal dari luar Kota Bandar Lampung, bahkan ada yang berasal dari luar Lampung. (Jawa Barat, Sumatera Selatan dll).
o PSB yang diberlakukan di SMA Al-Kautsar (Yayasan) selalu mendahului sekolah-sekolah negeri, dan ternyata peminat masyarakat tinggi dengan rasio antara pendaftar dan yang diterima 2 : 1.
o Dengan sistem subsidi silang untuk pembayaran uang sekolah, ternyata mendapat sambutan yang cukup baik dan partisipatif.
o Program-program sekolah selalu mendapat dukungan dari orang tua/masyarakat.
o SDM
Sumber daya manusia adalah komponen terpenting untuk kemajuan suatu organisasi/ sekolah.
o Siswa
Untuk mendapatkan masukan siswa yang baik (incoming student) terobosan yang dilakukan SMA Al-Kautsar adalah dengan membuka kelas unggulan dan kelas plus. Dengan jenis kelas ini, diharapkan siswa yang berprestasi di Lampung akan menjadikan SMA Al-Kautsar sebagai pilihan utama dan pertama.
Di samping itu, untuk kelas regular siswa yang masuk harus melalui seleksi yang ketat yaitu tes tertulis potensi akademik dan tes pengetahuan agama islam, sehingga kualitas siswa dari tahun ke tahun semaikin meningkat baik dari segi akademik maupun akhlaq.
Jumlah seluruh siswa Tahun Pelajaran 2005-2006 adalah 925 orang terdiri dari :
* Kelas X : 7 kelas
* Kelas XI IPA : 4 kelas
* Kelas XI IPS : 4 kelas
* Kelas XII IPA : 3 kelas
* Kelas XII IPS : 4 kelas
o Guru/ Pegawai
Mutu guru/ pegawai SMA Al-Kautsar pun mengalami peningkatan. Untuk menjadi guru/ pegawai di SMA Al-Kautsar harus melalui beberapa tahapan seleksi, yaitu:
* Tes wawancara
* Tes tertulis/ potensi akademik
* Tes tertulis pengetahuan agama Islam
* Praktek mengajar di depan kelas dihadapan siswa langsung
* Penandatanganan kontrak kerja dengan aturan yang jelas.
Jumlah seluruh guru/ pegawai adalah 58 orang terdiri dari :
* Guru : 52 orang
* Pegawai : 6 orang
* Cleaning Service : 3 orang
A. Struktur dan Muatan Kurikulum
Struktur kurikulum SMA Al-Kautsar meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII dan terdiri atas sejumlah mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
Pengorganisasian kelas-kelas dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dan kelas XI dan XII yang merupakan program penjurusan, terdiri atas dua jurusan (IPA dan IPS). Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik atau kecakapan vokasional juga dikembangkan di SMA Al-Kautsar secara terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
1. Mata Pelajaran
Untuk kelas X terdapat 16 mata pelajaran, kelas XI dan XII masing-masing 13 mata pelajaran. Setelah melalui berbagai pertimbangan, SMA Al-Kautsar memilih Bahasa Arab untuk mata pelajaran Keterampilan/Bahasa Asing.
Secara keseluruhan jenis mata pelajaran dan alokasi waktunya perminggu tercantum pada struktur kurikulum SMA Al-Kautsar . Standar kompetensi lulusan serta standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran untuk setiap tingkat dan setiap semester terlampir
2. MuatanLokal
Untuk mengembangkan potensi dan ciri khas Yayasan Al-Kautsar Lampung yaitu Perguruan Islami Kebanggaan Masyarakat, maka SMA Al-Kautsar memilih muatan lokal yang berisi hafalan-hafalan Al-Qur’an (Tahfizul Qur’an). Target muatan lokal ini diharapkan seluruh siswa setelah tamat dari SMA Al-Kautsar mampu menghafalkan minimal 1 juz (juz 30) .
3. Pengembangan diri
Kegiatan pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik. Kegiatan pengembangan diri di SMA Al-Kautsar diwujudkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan pada hari Sabtu dengan waktu ekuivalen dengan dua jam pembelajaran (2 x 45 menit), Semua kegiatan Ekstra Kurikuler : Rohis, Pramuka, Paskibra, KIR, PMR, UKS, Pencinta Alam, Koperasi, Bela Diri (Karate, Taekwondo, Yudo , Pencak Silat), Olah Raga, Sanggar Seni, Al-Kautsar English Club (AEC), Olimpiade Sains dapat mengembangkan kegiatan dalam apresiasi ekskul. Kegiatan ini selanjutnya diberi nama dengan kegiatan Sabtu Ceria.
4. Pengaturan Beban Belajar
SMA Al-Kautsar melaksanakan pembelajaran menggunakan sistem paket yang berarti bahwa semua peserta didik wajib mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku di SMA Al-Kautsar.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan guru. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pendalaman materi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk mencapai standar kompetensi dan waktu penyelesaian tugasnya ditentukan oleh guru. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh guru untuk mencapai standar kompetensi dan waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.
Beban belajar tatap muka setiap jam pembelajaran adalah 45 menit. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Jumlah jam pembelajaran di kelas X sesuai dengan struktur kurikulum yang terdapat pada Standar Isi yaitu 38 jam pembelajaran/minggu Sedangkan untuk kelas XI dan XII sebanyak 40 jam pembelajaran/minggu atau ada penambahan satu jam pembelajaran pada setiap kelas XI dan XII. Penambahan tersebut pada jurusan IPA disediakan untuk mata pelajaran Matematika dan atau Bahasa Inggris sedang pada jurusan IPS untuk mata pelajaran Ekonomi dan atau Bahasa Inggris. Penambahan ini telah dipertimbangkan untuk melayani peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan.
5. Ketuntasan Belajar
Dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, tingkat esensial dan kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran, SMA Al-Kautsar menetapkan ketuntasan belajar minimal yang berbeda-beda untuk setiap mata pelajaran dan setiap tingkat kelas. Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan diberi layanan pengayaan dan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan diberi layanan perbaikan (remedial). SMA Al-Kautsar berupaya untuk selalu meningkatkan ketuntasan belajar minimal agar dapat mencapai ketuntasan maksimal.
6. Kenaikan Kelas, Penjurusan dan Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran, ditentukan dari hasil belajar peserta didik selama dua semester, sesuai dengan kriteria dan ditetapkan pada rapat Pleno Dewan Guru. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dilakukan penilaian yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bentuk penilaian di SMA Al-Kautsar adalah tes dan non tes yang dapat berupa tes tertulis (pilihan ganda dan uraian), tes praktik, tes lisan, portofolio, penugasan proyek dan atau produk.
Penjurusan ditentukan pada saat kenaikan ke kelas XI dengan dibagi menjadi 2 jurusan yaitu IPA dan IPS sesuai dengan kriteria penjurusan dan ditetapkan pada rapat Pleno Dewan Guru, dengan ketentuan untuk jurusan IPA SMA Al-Kautsar mensaratkan nilai matematika minimal 70 dan jika nilainya tidak memenuhi harus mengikuti tes penjurusan berupa tes uraian kusus mata pelajaran matematika.
Penentuan kelulusan disesuaikan dengan ketentuan dalam PP. 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), yaitu peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
* menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
* memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
* lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dan,
* lulus Ujian Nasional.
Senin, 28 Januari 2008
Minggu, 27 Januari 2008
profile sma al-kautsar
Langganan:
Komentar (Atom)
